Saturday, November 8, 2014

Tips Padu Padan Hijab Dan Kacamata


Meskipun berbagai warna dan model lensa kontak banyak dijual di pasaran, beberapa orang masih memilih menggunakan kacamata karena dianggap lebih praktis dan mudah.

Tetapi, bagi yang berhijab, menggunakan kacamata menjadi tantangan tersendiri untuk mereka. Terkadang, gagang kacamata yang terjepit di daun telinga Anda menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan sakit kepala yang mengganggu. Celah yang dibuat oleh gagang kacamata pada hijab juga tak jarang membuat rambut keluar melaluinya.

Berikut beberapa tips untuk Anda yang menggunakan hijab bersama kacamata yang dikumpulkan tim Vemale dari berbagai sumber.


Gunakan kacamata pada lapisan pertama
Setelah menggunakan peniti pada bagian bawah dagu atau melingkarkan hijab sekali di kepala, gunakan kacamata Anda, baru kemudian buatlah aneka model sesuai selera Anda. Hal ini akan menghindarkan kontak langsung gagang kacamata dengan kulit yang kadang menyiksa.
Atau gunakan kacamata terlebih dahulu
Agar tidak ada celah yang terbentuk karena gagang kacamata, gunakan kacamata terlebih dahulu sebelum hijab. Dengan demikian, penggunaannya tak akan merusak model hijab yang Anda pilih.
Terus bereksperimen
Semua orang memiliki gaya masing-masing yang cocok bagi dirinya. Terkadang ada beberapa perpaduan hijab dan kacamata yang mungkin tidak cocok bagi wajah Anda. Cara untuk mengatasinya adalah dengan terus mencoba berbagai gaya sehingga Anda dapat memilah mana yang cocok dan tidak untuk wajah Anda.

Kacamata dan hijab bukanlah dua hal yang bertentangan. Bahkan, kehadiran kacamata dapat membuat penampilan Anda semakin bergaya. Karena itu, jangan takut untuk terus mencobanya.


Sumber :
http://www.vemale.com
pinterest.com

Sunday, September 14, 2014

Risty Tagor


Penggemar tayangan sinetron mungkin akan kaget dengan penampilan baru Risty Tagor. Aktris yang dikenal karena bermain di berbagai sinetron, seperti Doo Bee Do serta Safa dan Marwah ini kini mengubah penampilannya dengan menggunakan jilbab.

Apa perbedaan yang dirasakan istri Rifky Balweel itu? "Dengan pakai jilbab di sekitar lingkungan, aku jadi merasa lebih dihargai," tutur Risty Tagor.

Rifky yang menikahinya 2 Oktober 2010 lalu itu juga sangat senang dengan perubahan dirinya. Bahkan Risty mendapat dukungan penuh dari sang suami.

Wanita kelahiran Jakarta, 12 April 1989 ini merasa kewajiban sebagai seorang muslim dan istri telah terpenuhi. Sebelumnya Risty suka mendapat teguran dari Rifky perihal pakaiannya yang terlalu terbuka. Dulu tank top selalu menjadi busana favorit artis yang bermain untuk fim Best Friend? ini.

Wanita yang melejit lewat film Pocong 2 berharap bisa konsisten memakai jilbab. Saat awal menggunakan jilbab, dia mengaku kepanasan.

Jilbab ternyata tak menghalangi ibu satu anak ini untuk terus menekuni dunia akting. Malah kini dia dapat berkah: mendapat peran di sebuah sinetron yang mengharuskannya menggunakan jilbab.

Risty Tagor banyak mendapat banyak pujian karena penampilan terbarunya. Keputusannya memakai jilbab dua bulan terakhir ini membuat suaminya, Rifky Balweel semakin sayang. Di mata Rifky, istrinya itu bertambah cantik.

Sebagai seorang suami, Rifky mengaku tidak pernah melarang isterinya melakukan hal-hal baik termasuk memutuskan berjilbab.

Risty sendiri mengaku jika ia banyak belajar tentang fashion jilbab dari Meyda Safira. Suaminya,  dan ibu mertuanya pun turut memberinya inspirasi cara berjilbab.

Selain meluncurkan koleksi busana Muslimah, artis dan model Risty Tagor juga menyiapkan aneka koleksi kerudung unik. Lewat label RTM, Risty menghadirkan pula kerudung 'Leissy' yaitu kerudung dengan aksen renda di bagian dahi.

Ada pula 'Hakka' yakni kerudung tanpa renda dengan kancing kait di bagian leher. Juga kerudung 'Posha' yang beraksen kerut di bagian samping dan 'Shawty' alias versi pendek kerudung 'Posha'. Yang menarik, koleksi kerudungnya dirancang agar dapat dikenakan tanpa bantuan peniti dan jarum pentul.


Sumber :
http://www.tribunnews.com
http://www.republika.co.id
http://www.tempo.co

Tuesday, August 26, 2014

Kriteria Lomba Hijab


Menjadi juri perlombaan jilbab kreasi merupakan pengalaman yang pertama kali aku rasakan. Menjadi juri untuk lomba kreasi jilbab rasa-rasanya kok ya benar-benar diluar kompetensiku. Aku sebenarnya bukan seorang hijab-stylist, nanti bagaimana jadinya menjadi juri perlombaan?

Akhirnya aku meminta saran dan masukan dari seseorang yang lebih kompeten dibidangnya. Untuk menjadi juri lomba hijab tentunya berbeda menjadi juri kecantikan atau fashion lasinnya, karena walaupun mata saya lebih cenderung untuk memilih “sesuatu yang indah” sesuatu yang “lucu-lucu”, unik, menarik, cantik, tetapi saya tetap paksakan diri untuk berpegang teguh pada konsep “Kesyar-i-an adalah harga mati dalam berkreasi”.

Dan dari kebanyakan peserta, meskipun hasilnya tampak indah, saya melihat suatu “ketidaknyamanan” di dalam diri mereka. Siapa yang bakal nyaman coba lapisan jilbabnya begitu banyak, serabutan menutupi kepala, cetar badai melebar kemana-mana.

Sehingga tampilan apa yang nampak belum tentu lebih penting dari keterjagaan hubungan kita dengan Allah SWT. Sementara manusia memang akan cenderung melihat kepada apa yang kita pakai, tetapi Allah akan lebih melihat kepada apa yang kita perbuat dan amalkan.

Kriteria Penilaian menjadi juri hijab menurutku adalah :

1. Teknik / Kreativitas
Kesesuaian tata rias, make up dan bentuk muka dengan hijab yang dikenakan
Kesesuaian dan keserasian jilbab dengan busana yang dikenakan
Keserasian aksesoris jilbab dengan jilbab yang dikenakan

2. Fungsional
Syari (Jilbab atau kerudung menutupi kepala, leher, dada dan bahu dengan sempurna, tidak transparan, dan tidak ketat)

3. Estetika
Style Hijab, stylish, fashionable, ekspressive, dan berkarakter
Ekspresi dan penampilan secara keseluruhan



Sumber :
http://pelitarohis.blogspot.com
http://hmpfisikauinbdg.blogspot.com
http://konteshijabwasiat.blogspot.com
http://ainicahayamata.wordpress.com
https://www.facebook.com/pages/KDA-FormulasRohis-SMKN-11-Bandung

4 Poin Penilaian Juri Hijab


Kini penjurian Hijab Hunt 2014 sudah dimulai. Beberapa hijabers yang tinggal di Jabodetabek sudah memadati kantor Detikcom, Jl. Warung Jati Barat Raya No. 75, Buncit, Jakarta Selatan. Mereka yang datang juga sudah mempersiapkan diri dengan penampilan dan riasan maksimal. Selain penampilan, ada tiga poin lainnya yang penting diperhatikan para semifinalis. Ini uraiannya.

1. Attitude
Attitude sangat mempengaruhi penilaian. Menurut para juri yang hadir hari ini, sikap ketika masuk ke dalam ruangan perlu diperhatikan mulai dari cara duduk, memperkenalkan dirinya, hingga bahasa tubuhnya. Hal itu diungkapkan oleh dua juri dari Elzatta dan Zalora, Putri Dwiandari serta Fina Yasifa.

"Kita menilai dari cara dia duduk, cara memperkenalkan diri dia, pastinya harus sopan," tutur Fina saat diwawancarai Wolipop di kantor Detikcom, Kamis (10/7/2014).

Selain itu juri lainnya, Editor in Chief Wolipop, Ferdy Thaeras, juga menyarankan agar menjadi diri sendiri. Hindari bersikap berlebihan atau dibuat-buat karena bisa mengurangi penilaian.

2. Public Speaking
Poin kedua adalah public speaking atau cara Anda mempresentasikan diri di hadapan para juri. Fina menyarankan agar tidak terlalu pendiam atau hanya menjawab bila ditanya juri. Coba berbicara secara jelas dengan jawaban yang sesuai pertanyaan.

Ferdy juga menyarankan agar sebaiknya pahami dulu topik yang akan Anda bicarakan di depan juri. Dengan memahami isi pembicaraan akan memudahkan Anda ketika berhadapan dengan juri. "Basically paham dulu apa yang mau diomongin, suara juga harus jelas, jangan seperti menggumam, perhatikan bahasa tubuh juga ya," tuturnya.

3. Penampilan dan Make-up
Penampilan dan riasan wajah tentu mempengaruhi penilaian para juri. Ketiga juri di atas hanya menyarankan agar mengenakan busana yang stylish dan menunjukkan karakter personal masing-masing. Di luar semua itu yang terpenting tetap percaya diri di depan para juri.

4. Talenta
Bedanya Hijab Hunt dengan kontes kecantikan lainnya adalah poin yang satu ini. Semua hijabers yang terpilih harus memiliki talenta. Hijabers yang memiliki banyak talenta akan mendapat poin lebih dari para juri. Selain melihat dari video, para juri akan menilai dari cara Anda mempresentasikan bakat secara langsung. Mungkin membawa perlengkapan yang bisa mendukung presentasi Anda penting tapi Ferdy menyarankan agar perlengkapan tersebut tidak membuat konsentrasi terganggu.

Putri pun menambahkan, coba tunjukkan juga prestasi yang Anda miliki selama ini. "Sebenarnya untuk mempresentasikan bakat itu kan kembali ke public speakingnya dia, misalnya dia talentanya menulis, nggak mungkin kan kalau kita nungguin dia nulis. Mungkin dia pernah ikut lomba yang menjadi prestasi atau tulisannya dia dimuat di berbagai media juga bisa ditunjukkan ke kita," ujar Putri.

Jadi, bagi 100 besar Hijab Hunt 2014 sebaiknya perhatikan empat poin di atas yang tentu mempengaruhi penilaian nantinya. Ingat, penjurian mempengaruhi 30% kemenangan Anda.


Sumber :
http://wolipop.detik.com

Saturday, May 24, 2014

Chahida Chekkafi : Wasit Cantik dan Berhijab


Untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola Italia, wasit perempuan mempimpin pertandingan sepak bola sambil mengenakan kerudung khas seorang muslimah. Namanya Chahida Chekkafi, seorang gadis Italia berdarah Maroko yang menjadi wasit pada pertandingan tim laki-laki antara San Luigi lawan Karimou Stradevar, di Utara Italia.

Chekkafi lahir dan dibesarkan di Italia. Sebagai seorang wasit berusia 16 tahun untuk liga sepak bola yunior di Italia, kepiawaiannya mengundang decak kagum dari orang-orang yang mengenalnya. Bakatnya ini kemungkinan adalah warisan dari ibunya yang juga seorang pemain bola di Maroko.

Harian Italia Corriere Della Sera memuat artikel tentang Chahida Chekkafi pada pada halaman depan, dan mengutip dari pernyataan Presiden Komite Wasit di Milan, disebutkan bahwa Chahida Chekkafi adalah gadis muda yang pemalu tapi berbakat dan ulet.

Fakta ini sungguh menarik, mengingat selama ini oleh Barat sangat intens diberitakan bahwa busana muslimah dengan kerudung adalah ‘penjara’ bagi perempuan. Chahida Chekkafi membuktikan, di balik kerudungnya dia tetap bisa melakukan aktivitas dan berprestasi, dan tentunya tetap cantik.

Sumber :
http://ketikanjariku.blogdetik.com

Wednesday, May 14, 2014

Alyssa Soebandono


Pengalaman Pertama Alyssa Soebandono Sangat Berkesan

Sebuah keputusan besar diambil oleh Alyssa Soebandono usai resmi menjadi istri aktor Dude Herlino. Aktris yang akrab disapa Icha ini mantap mengenakan hijab. Meskipun penampilannya sekarang serba tertutup, bukan berarti Icha tidak bisa tampil trendi dan gaya

Pada peresmian Shafira Building di Jl. Sulanjaya No 26-28 , Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/04/2014) silam, Icha yang baru saja pulang bulan madu dan ibadah umroh di Tanah Suci bersama sang suami mengaku semakin percaya diri dengan penampilan barunya ini.

“Awalnya sempat terpikir, bagaimana mengenakan hijab tapi tetap terlihat gaya. Nah, untungnya ada jilbab La Dolce Vita dari Shafira yang praktis dan keren,” ujar Icha

Pengalaman pertama Icha dalam menyempurnakan penampilan dengan hijab berlalu tanpa kesulitan yang berarti, segalanya justru berjalan dengan mudah. Maka dari itu, Icha mengaku terkesan dengan semarak tren hijab di Indonesia, pilihan busana muslimah yang cantik dan modis bergulir kian variatif.

Selain itu, Icha mengatakan bahwa semenjak mengenakan hijab, dirinya jadi lebih memerhatikan kesehatan rambut. Salah satunya adalah wajib mengeringkan rambut secara menyeluruh setelah keramas. “Dulu sebelum berhijab, masih bisa cuek dengan rambut setengah kering. Sekarang, harus kering tuntas, baru deh mengenakan jilbab,” terangnya.

Pasangan pengantin baru Alyssa Soebandono (22) dan Dude Herlino (33) didaulat sebagai Brand Ambassador terbaru dari label busana muslim, Shafira. Mereka diperkenalkan di depan awak media sebagai bagian dari rangkaian acara peresmian Shafira Building di Kota Kembang.

Sumber :
http://female.kompas.com
http://asianbrainhippo.com

Wednesday, April 30, 2014

Kisah Zaskia Sungkar dan Jilbab


Jika sebagian besar orang mengaku bahwa dengan berjilbab maka rezekinya akan terbatas, rupanya hal tersebut tidak menghalangi Zaskia Sungkar untuk tetap keukeuh mengenakan jilbab. Berawal dari sepulang menjalankan umroh, Zaskia akhirnya memutuskan untuk mengenakan jilbab dalam kesehariannya.

"Sejak dulu aku memang sudah merencanakan untuk berjilbab. Namun belum ketemu sama waktunya. Pas pulang dari umroh, aku merasakan waktu yang tepat untuk mengenakan jilbab. Aku merasa, berjilbab itu merupakan kewajiban bagi semua perempuan muslim," katanya.

Menurutnya, mengenakan jilbab yang bagi sebagian orang akan menjadi sulit beraktivitas, tapi bagi Zaskia hal itu tidak terjadi padanya. Bahkan, kakak dari Shireen Sungkar ini pun mengaku bahwa dengan mengenakan jilbab menjadi semakin nyaman untuk melakukan aktivitas.

Ditanya mengenai bagaimana dengan rezekinya, Zaskia tidak khawatir dengan bagaimana nanti rezekinya datang. Ia pun bahkan mengaku dengan berjilbab rezekinya semakin mengalir. Beberapa judul sinetron reliji untuk Ramadhan pun sudah ada di tangannya. Hal tersebut cukup menunjukkan bahwa berjilbab bukanlah halangan untuk memperoleh rezeki karena pada dasarnya rezeki hadirnya dari Allah.

Ditanya ketetapan niatnya akan berjilbab, Zaskia mengaku bahwa ia telah yakin untuk selalu tampil mengenakan jilbab. Bahkan, ia pun akan lebih selektif dalam menentukan peran.

"Aku milih-milih pastinya, aku mau yang pakai kerudung, kalau nggak, nggak bisa." terangnya.

Kini, Zaskia Sungkar termasuk dalam bagian beberapa artis yang mulai mengenakan jilbab karena mengaku bahwa itu adalah kewajiban bagi setiap muslimah. Jika Zaskia Sungkar mengakui bahwa dengan berjilbab rezekinya kian mengalir, tentunya ini sebagai pertanda baik bahwa berjilbab bukanlah penunda rezeki.

Semoga Zaskia Sungkar dan seluruh muslimah berjilbab lainnya dapat teguh dalam mempertahankan jilbab dan busananya. Karena bagaimanapun, berjilbab adalah salah satu kewajiban muslimah yang harus dijalankan.

Sumber :
http://hijab-kerudung-pashmina.blogspot.com